Jawaban Kata baku dan kata tidak baku pada cerita teknologi hijau di era globalisasi

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Kata baku dan kata tidak baku pada cerita teknologi hijau di era globalisasi, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Kata baku dan kata tidak baku pada cerita teknologi hijau di era globalisasi

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Kata baku dan kata tidak baku pada cerita teknologi hijau di era globalisasi

Kata baku dan kata tidak baku adalah dua bentuk kata yang dapat kita temukan dalam penulisan informasi dalam Bahasa Indonesia. Kata baku merujuk pada bentuk kata yang sudah sesuai dengan kaidah penulisan kata tersebut dalam Bahasa Indonesia. Penggunaan kata baku menjadi hal yang wajib dilakukan dalam penulisan informasi karena dapat membantu masyarakat dalam memahami isi dan pesan sebuah informasi secara tepat,

Pembahasan

Pada kesempatan ini, soal menyajikan kita dengan sebuah judul teks yaitu “Teknologi Hijau di Era Globalisasi”. Kemudian, kita diminta untuk mencari kata baku dan tidak baku dari tulisan tersebut. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Sebagai informasi, kakak akan menandai KATA BAKU DENGAN HURUF BERCETAK TEBAL, sementara KATA TIDAK BAKU DENGAN HURUF BERCETAK MIRING.

TEKNOLOGI HIJAU DI ERA GLOBALISASI

Teknologi dan lingkungan merupakan dua hal penting dalam kegiatan manusia. Pada era globalisasi ini, kedua hal tersebut menjadi perhatian dan pembicaraan masyarakat dunia karena saling terkait dan menentukan keberlangsungan hidup manusia. Disadari atau tidak, kita sering mengabaikan masalah lingkungan. Persoalan lingkungan akibat proses teknologi sudah menjadi masalah yang mendunia. Fakta membuktikan bahwa permasalahan lingkungan semakin lama semakin memburuk.  

Oleh karena itu, harus dicari cara untuk mengatasinya, salah satunya dengan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan. Teknologi Hijau adalah salah satu jawaban untuk permasalahan ini. Teknologi hijau yang terus dibicarakan saat ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tenaga surya yang berlimpah.

Teknologi hijau di era globalisasi adalah teknologi yang bermanfaat bagi banyak umat manusia dan teknologi tersebut haruslah: Pertama, ramah lingkungan, contohnya minim polusi atau bahkan tidak menimbulkan polusi. Kedua, bersifat sustainable atau berkesinambungan sehingga pemanfaatan teknologinya dapat dirasakan untuk waktu yang lama, dan Ketiga teknologi dapat diterapkan (applied).

Dengan keadaan geografis di Indonesia yang setiap tahun dapat sinar matahari, salah satu alat yang optimal di Indonesia adalah “Panel Surya”. Panel surya bekerja mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Panel Surya adalah alat yang terdiri dari sel surya, aki dan baterai yang mengubah cahaya menjadi listrik. Panel surya menghasilkan arus listrik searah atau DC. Untuk menggunakan berbagai alat rumah tangga yang berarus bolak-balik atau AC dibutuhkan converter (alat pengubah arus DC ke AC).


Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama.


Cara kerja Panel Surya

Sel-sel surya disebut juga sel photovoltaic (PV), yang seperti namanya (photo berarti “cahaya” dan volta yang berarti “listrik”), Sel surya mengkonversi sinar matahari langsung menjadi listrik. Modul yang terdiri dari sekelompok sel yang terhubung secara elektrik dan dikemas ke dalam bingkai yang lebih dikenal sebagai panel surya, yang kemudian dapat disusun ke dalam barisan panel surya yang lebih besar.

panel surya

Sinar matahari mengenai solar panel, masuk kedalam solar charg controller, arus disini masih dalam keadaan DC (searah). Lalu dialirkan ke baterai, disini masuk kedalam inverter untuk mengubah arus DC menjadi AC (bolak-balik) lalu dapat dimanfaatkan untuk berbagai alat-alat elektronik.


Energi surya dapat digunakan di hampir semua peralatan yang menggunakan listrik: aplikasi rumah tangga (lampu, radio, TV, DVD player, parabola, komputer, kipas angin, rice cooker, kulkas, pompa air, air conditioner),  

Panel surya ramah lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada kasus penggunaan bahan bakar fosil karena panel surya tidak memancarkan gas rumah kaca yang berbahaya seperti karbon dioksida. Panel surya memanfaatkan energi matahari dan matahari adalah bentuk energi paling berlimpah yang tersedia di planet . Panel surya mudah dipasang dan memiliki biaya pemeliharaan yang sangat rendah karena tidak ada bagian yang bergerak.


Pelajari lebih lanjut

Pada materi ini, kamu dapat belajar tentang kata baku:

https://brainly.co.id/tugas/6765171

Detil jawaban

Kelas: VIII

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Bab: bab 1 – Sastra

kode kategori: 8.1.1

Kata kunci: kata baku, kata tidak baku, cerita, teknologi hijau di era globalisasi

Sekian tanya-jawab mengenai Kata baku dan kata tidak baku pada cerita teknologi hijau di era globalisasi, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.