Jawaban Dan bila luput, Kita memukul dan mencakar kearah udara Kita adalah angkatan gagap Yang di perankan o…

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Dan bila luput, Kita memukul dan mencakar kearah udara Kita adalah angkatan gagap Yang di perankan o…, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Dan bila luput,
Kita memukul dan mencakar kearah udara
Kita adalah angkatan gagap
Yang di perankan oleh angkatan kurangajar

Makna dari larik di atas adalah

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Dan bila luput,
Kita memukul dan mencakar kearah udara
Kita adalah angkatan gagap
Yang di perankan oleh angkatan kurangajar

Makna dari larik di atas adalah

Makna dari larik di atas adalah KITA MERUPAKAN GENERASI MASYARAKAT YANG TIDAK DIBEKALI ILMU KEHIDUPAN YANG MEMBUAT KITA TIDAK MAMPU MENGATASI TANTANGAN KEHIDUPAN. AKIBATNYA, KETIKA KITA MENGHADAPI MASALAH, KITA TAK TAHU CARA MENGATASINYA, BAHKAN CENDERUNG HANYA BERTINDAK ASAL TANPA MENYELESAIKAN MASALAH.

Pembahasan

Pada kesempatan ini, soal menyajikan kita dengan satu kutipan dari puisi Sajak Anak Muda karya WS Rendra. Dalam Bahasa Indonesia, puisi diartikan sebagai karya sastra Indonesia yang terikat dengan unsur pembangunnya mulai dari larik, bait, rima, puisi, majas, diksi, dan yang lainnya. Adapun makna khusus dari larik yang disajikan kepada kita adalah kita merupakan gengerasi masyarakat yang tidak dibekali ilmu kehidupan yang membuat kita tidak mampu mengatasi tantangan kehidupan. Sebagai akibatnya, ketika kita menghadapi masalah, kita tak tahu cara mengatasinya, bahkan cenderung hanya bertindak asal tanpa menyelesaikan masalah.

Sebagai rujukan, berikut kakak sajkan puisi yang dimaksud oleh soal.

Kita adalah angkatan gagap

yang diperanakkan oleh angkatan takabur.

Kita kurang pendidikan resmi

di dalam hal keadilan,

karena tidak diajarkan berpolitik,

dan tidak diajar dasar ilmu hukum.

Kita melihat kabur pribadi orang,

karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.

Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,

karena tidak diajar filsafat atau logika.

Apakah kita tidak dimaksud

untuk mengerti itu semua?

Apakah kita hanya dipersiapkan

untuk menjadi alat saja?

Inilah gambaran rata-rata

pemuda tamatan SLA,

pemuda menjelang dewasa.

Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.

Bukan pertukaran pikiran.

Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,

dan bukan ilmu latihan menguraikan.

Dasar keadilan di dalam pergaulan.

serta pengetahuan akan kelakuan manusia,

sebagai kelompok atau sebagai pribadi,

tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.

Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.

Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,

tidak bisa kita hubung-hubungkan.

Kita marah pada diri sendiri.

Kita sebal terhadap masa depan.

Lalu akhirnya,

menikmati masa bodoh dan santai.

Di dalam kegagapan,

kita hanya bisa membeli dan memakai,

tanpa bisa mencipta.

Kita tidak bisa memimpin,

tetapi hanya bisa berkuasa,

persis seperti bapak-bapak kita.

Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.

Di sana anak-anak memang disiapkan

untuk menjadi alat dari industri.

Dan industri mereka berjalan tanpa henti.

Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa?

Kita hanya menjadi alat birokrasi!

Dan birokrasi menjadi berlebihan

tanpa kegunaan –

menjadi benalu di dahan.

Gelap. Pandanganku gelap.

Pendidikan tidak memberikan pencerahan.

Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan.

Gelap. Keluh kesahku gelap.

Orang yang hidup di dalam pengagnguran.

Apakah yang terjadi di sekitarku ini?

Karena tidak bisa kita tafsirkan,

lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.

Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini?

Apakah ini? Apakah ini?

Ah, di dalam kemabukan,

wajah berdarah

akan terlihat sebagai bulan.

Mengapa harus kita terima hidup begini?

Seseorang berhak diberi ijasah dokter,

dianggap sebagai orang terpelajar,

tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.

Dan bila ada tirani merajalela,

ia diam tidak bicara,

kerjanya cuma menyuntik saja.

Bagaimana? Apakah kita akan terus diam saja?

Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum

dianggap sebagai bendera-bendera upacara,

sementar hukum dikhianati berulang kali.

Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi

dianggap bunga plastik,

sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.

Kita berada di dalam pusaran tata warna

yang ajaib dan tak terbaca.

Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.

Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.

Dan bila luput,

kita memukul dan mencakar

ke arah udara.

Kita adalah angkatan gagap.

Yang diperanakkan oleh angkatan kurang ajar.

Daya hidup telah diganti oleh nafsu.

Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.

Kita adalah angkatan yang berbahaya

Pelajari lebih lanjut

Pada materi ini, kamu dapat belajar tentang makna puisi:

https://brainly.co.id/tugas/9282515

Detil jawaban

Kelas: VIII

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Bab: Bab 1 – Sastra

Kode kategori: 8.1.1

Kata kunci: puisi, sajak anak muda, WS Rendra, makna, larik, makna puisi, karya sastra, terikat unsur pembangun

Sekian tanya-jawab mengenai Dan bila luput, Kita memukul dan mencakar kearah udara Kita adalah angkatan gagap Yang di perankan o…, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.