6 Manfaat Berkebun Yang Perlu Diketahui

Libur akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk bersantai melepas penat setelah padat menjalani berbagai aktivitas.

Ada banyak kegiatan santai dan menyenangkan yang bisa kita lakukan untuk melepas penat di libur akhir pekan, salah satunya dengan berkebun.

Aktivitas yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan fisik dan mental ini dapat dilakukan bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga, seperti yang dilakukan oleh Aiman Witjaksono, seorang Jurnalis Senior dan Presenter Berita di Kompas TV.

Melalui siniar (podcast) miliknya bertajuk “Berkebun: Hobi Pelepas Penat”, Aiman bercerita seputar hobi berkebun yang ia geluti bersama keluarganya ini.

Bagi Aiman, berkebun tidak semata-mata dilakukan karena mengikuti tren semasa pandemi, tetapi juga menjadi wadah bagi dirinya dan keluarga untuk menyalurkan energi di rumah.

Manfaat Berkebun

Aktivitas berkebun yang Aiman lakukan nyatanya memiliki banyak sekali manfaat, seperti yang dikatakan oleh Seth J. Gillihan, PhD dari University of Pennsylvania Amerika Serikat, dalam artikel Psychology Today.

Menurut Seth, penderitaan yang kita alami sebagian berasal dari keinginan untuk mengendalikan hal-hal yang mustahil. Keinginan ini lantas membuat pikiran dan hati kita kerap mengalami ketidaktenangan, kekhawatiran, hingga berujung pada penderitaan.

Seth mengatakan bahwa berkebun merupakan salah satu sarana berlatih untuk dapat mengatasi hal ini. Dengan berkebun, kita berusaha belajar untuk melepas dan memasrahkan tanaman untuk tumbuh.

Meskipun demikian, bukan berarti dirinya hanya duduk manis saja menunggu tanaman-tanaman bertumbuh. Ia tetap berusaha mengatur apa yang bisa dikendalikan, seperti menyiapkan lingkungan terbaik untuk tanaman, menyiramnya setiap hari, dan merawatnya satu per satu.

“Saya melakukan upaya terbaik untuk apa yang bisa dikendalikan, lalu melepas sisanya,” ujar Seth.

Carol Dweck adalah seorang psikolog dari Stanford University yang mengembangkan perbedaan antara pola pikir tetap (fixed mindset) dan bertumbuh (growth mindset).

Menurutnya, seperti yang ditulis pada Education Week, growth mindset merupakan kondisi ketika seseorang percaya bahwa kemampuannya dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Menurut mereka otak dan bakat hanyalah titik awalnya saja.

Pola pikir ini lalu menciptakan suatu kecintaan kepada proses belajar dan ketahanan diri demi meraih pencapaian besar.

Maka dari itu, berkebun merupakan peluang besar untuk menciptakan growth mindset. Bahkan, hubungan keduanya saling membantu sama lain.

Dengan growth mindset, kita akan terus berusaha untuk belajar dan konsisten merawat kebun setiap hari. Di lain sisi, berkebun juga menciptakan kepuasan dan ketenangan batin sehingga growth mindset dapat lebih dikembangkan.

Berkebun menawarkan banyak kesempatan untuk terhubung dengan orang lain, salah satunya keluarga, seperti yang diceritakan oleh Aiman Witjaksono melalui episode siniarnya yang bertajuk “Berkebun: Hobi Pelepas Penat”.

Dalam episode itu, ia menuturkan bahwa kini keluarganya turut membantu berkebun di halaman rumah, tak terkecuali anak-anaknya.

Meskipun pada awalnya anak-anak Aiman tidak tertarik, tetapi ketika merasakan hasil bumi yang ditanam, mereka justru penasaran untuk ikut serta berkebun bersama ayahnya.

Tak dapat dimungkiri bahwa berkebun merupakan cara yang bagus untuk melepaskan stres. Sebab, kita akan merasakan alur-alur kehidupan yang ada di sekitar, seperti tanaman, serangga, dan hewan-hewan kecil.

Hangatnya matahari, sejuknya udara kebun, dan suasana damai dapat membantu menenangkan kita dari stres.

Ketika sedang tidak berkebun, kita juga akan tetap dapat merasakan manfaatnya. Cobalah untuk menghabiskan waktu di sekitar kebun, seperti bermeditasi atau menyeruput secangkir teh di sore hari.

Uniknya lagi, menurut Association of Nature and Forest Therapy, ketika berada di lingkungan “hijau” seperti kebun, seseorang akan merasakan pemulihan akibat tindakan operasi yang lebih baik, merasakan lebih sedikit kecemasan dan depresi, serta manajemen stres yang lebih bagus.

Ketika berkebun, kita akan menggerakkan tubuh. Ini adalah cara yang efektif untuk meningkatkan suasana hati dan menjaga kesehatan fisik.

Meskipun aktivitas fisik yang dilakukan dalam berkebun terkesan monoton, tetapi bukan berarti tidak memiliki variasi. Terlebih, berkebun mengharuskan kita untuk terus bergerak dan berjalan sehingga manfaatnya terasa lebih baik dibanding duduk berdiam diri saja.

Dari segala proses yang dilakukan saat berkebun, jangan lupa kalau kita kelak akan menuai hasilnya, yakni sayur-sayuran serta buah-buahan segar dan sehat.

Hasil bumi ini lantas bisa kita manfaatkan untuk bahan makanan sehat di rumah atau dijual kepada tetangga. Lalu, biji-bijiannya dapat disebar dan ditanam lagi, seperti yang dilakukan oleh Aiman.

Hal ini ia lakukan agar kebun yang dimiliki dapat terus tumbuh. Bahkan, jurnalis kenamaan itu mengaku bahwa ia acap kali melempar biji-bijian hasil kebunnya ke tanah kosong.

“Tentu bukan tanah orang, ya,” tuturnya sambil tertawa, dalam siniar miliknya yang bertajuk “Berkebun: Hobi Pelepas Penat” di Spotify.

Episode tersebut tergabung dalam musim kedua siniar Aiman Witjaksono yang kini mengudara di Spotify, menceritakan seluk beluk kehidupan personal Aiman hingga apa saja yang melatarbelakanginya sebagai jurnalis.

Segera dengarkan agar tidak ketinggalan tiap episode-episode terbarunya!